Curanmor

Pencuri Motor Celurit Perut Polisi

Kompas.com - 28/11/2012, 10:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Brigadir Sisgiarto kini dirawat di RS Polri. Ia menderita luka robek di perutnya karena dicelurit pencuri motor di Jalan Raya Tapos, Kota Depok, Rabu (28/11/2012) sekitar pukul 02.00.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. "Anggota yang dicelurit pelaku sedang menjalani operasi di RS Polri," tuturnya, Rabu sekitar pukul 10.00.

Peristiwa itu berawal dari dua anggota Polsek Cimanggis, Brigadir Sisgiarto dan Brigadir Puguh Subiyanto, saat melakukan patroli rutin. Di Jalan Raya Tapos, keduanya memergoki dua orang menuntun motor Yamaha Mio. Kedua polisi itu pun menghampiri dan mengeledahnya.

Ternyata di pinggang salah seorang laki-laki itu ditemukan celurit. Pelaku segera mengambil celurit dan menyabetkan ke Puguh. Polisi itu jatuh dan tangannya terkena sabetan celurit. Pelaku lalu memyerang Sisgiarto yang tengah mengeledah teman pelaku.

Pelaku bercelurit tersebut lalu menyabetkan celuritnya ke perut Sisgiarto hingga luka parah. Lalu kedua pelaku kabur. Namun, Puguh merhasil menembak pelaku yang menceluritnya. Meski demikian, kedua pelaku kabur.

Puguh tidak mengejarnya karena menolong Sisgianto yang luka parah di perut, dengan membawanya ke RS Sentra Medika. Karena lukanya parah, Sisgianto dirujuk ke RS Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau